Wednesday, 14-November-2018, 12:42:11
Welcome Guest
Main | Registration | Login
Site menu

Section categories
HACKER [10]
Disini kita membahas tentang Hacking pada Kartu Kredit, yang disadur dari Jawa Pos.

Tag Board
500

Our poll
Rate my site
Total of answers: 4

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Login form

Main » 2011 » January » 30 » HACKING TUTORIAL - 1
09:21:01
HACKING TUTORIAL - 1
HACKING TUTORIAL

Carding - Hal yang Membahayakan dan Meresahkan di Internet!

Sumber: Jawa Pos, Sabtu, 28 Juli 2007 (halaman 8 - Ekonomi Bisnis)



Fraud Kartu Kredit Masih Saja Terjadi

       Surabaya - Fraud atau pemalsuan masih menjadi momok menakutkan bagi - issuer (penerbit kartu kredit). Meski berbagai kasus berhasil dibongkar dan penegakan hukum dilakukan, fraud masih saja terjadi.
Menurut Koordinator Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Jatim Dwi Yulianto, dalam refleksi kinerja 2006, kasus card fraud (pemalsuan kartu) maupun application fraud (pemalsuan aplikasi) dialami hampir semua issuer. "Tahun lalu, ada lima kasus besar di Jatim dengan nilai pemalsuan hingga miliaran rupiah," ujarnya.
Dia mengatakan, meski beberapa pelaku telah diadili dan dijatuhi hukuman penjara, hal itu tidak membuat pelaku lainnya jera. Buktinya, lanjut dia, hingga semester I tahun ini sudah ada empat kasus di Surabaya yang ditangani pihak kepolisian, bahkan salah satunya sudah divonis.
"Semuanya kasus application fraud," terang card center manager Bank Permata Surabaya tersebut.
       Karena itu, menurut Dwi, manajemen resiko fraud selalu menjadi pembahasan dalam setiap forum AKKI. Sebab, lanjut dia, penyaluran dana lewat kartu kredit termasuk kategori unsecure loan karena tidak menyertakan jaminan sehingga beresiko tinggi. "Sehingga, cara paling efektif bagi issuer untuk menekan resiko fraud adalah memilih nasabah secara lebih selektif," katanya.
Hingga April 2007, total outstanding kartu kredit secara nasional mencapai Rp 18,7 triliun. Jumlah kartu kredit yang beredar pun sudah menembus 8,2 juta dengan jumlah pemegang kartu sekitar 4 juta orang. Sekitar 15-20 persennya berada di Jatim. "Tahun ini, pertumbuhan belanja kartu kredit diprediksi mencapai 20 persen," terangnya.

       Berikut ini beberapa hal lain yang Anda juga perlu tahu lebih banyak mengenai seluk beluk kartu kredit, aspek keamanannya, dan modus operandi atau prosedur yang biasa dilakukan para carder dalam melaksanakan aksinya. Simak saja baik-baik dan mohon supaya informasi ini tidak disalahgunakan. Bagi para pemilik toko online, para penegak hukum, dan para webmaster, hendaknya tulisan ini bermanfaat untuk sekedar menambah wawasan dan juga meningkatkan kewaspadaan Anda semua.


SEKELUMIT TENTANG KARTU KREDIT

        Bermula dari tahun 1920-an di Amerika mulai digunakan sebuah kartu untuk melayani pembelian bensin. Konsep pemakaian kartu sebagai salah satu sarana bertransaksi telah dikenal sejak lama. Pada era tahun 1970-an mulailah lahir mesin-mesin ATM sebagai penanda lahirnya pemakaian teknologi informasi dalam hal transaksi perbankan. Sejak itu pula teknologi sebagai asal muasal kartu kredit mulai lahir. Berikut perkembangannya:

- Tahun 1924. Konsep pemakaian kartu untuk transaksi perbankan mulai diterapkan oleh 100 buah bank di seluruh dunia.

- Tahun 1938. Beberapa perusahaan mulai bisa menggunakan antar kartu.

- Tahun 1950. Konsep penggunaan kartu sebagai alat pembayaran ditemukan oleh Frank X. Mc Namara. Pada tahun yang sama lahirlah kartu plastik pertama, yaitu Dinners Club yang selanjutnya diikuti oleh American Express.

- Tahun 1958. Bank of America mengeluarkan BankAmericard. AMEX mulai merambah pasar entertainment dan travel dalam hal penggunaan kartu.

- Tahun 1966. Bank of America menawarkan lisensi kartu America Bank untuk membuat kartu pembayaran kepada bank-bank lainnya. Pada tahun yang sama pula lahirlah Master Card.

- Tahun 1969. ATM pertama lahir di Inggris.

- Tahun 1970. Konsep mengenai kartu kredit diterima secara luas.

- Tahun 1977. Lahirlah VISA.

- Tahun 1995. Transaksi perbankan Amerika menggunakan sarana elektronik mencapai lebih dari 90%.

       Siapa sih, yang tidak kenal dengan kartu kredit. Kata orang, itu punyanya orang-orang kaya, kalau belanja bisa ngutang, jadi bayarnya belakangan. Tapi sekarang kartu kredit bukan hanya monopoli orang-orang kaya saja, dulu sih memang. Anak-anak muda sekarang sudah banyak yang mengantongi kartu kredit di dompetnya.

        Informasi yang diincar oleh para carder (pemalsu maupun pencuri data kartu kredit) adalah 16 digit nomor yang tertera pada bagian depan kartu kredit tersebut. Dari logonya biasanya akan dapat diketahui jenis kartu kredit misalnya saja visa dan master card yang memiliki lambang logo yang tertera pada bagian depan kartu. Ada juga beberapa jenis kartu kredit sekarang ini menggunakan chip dan juga logo di belakang kartu tersebut.

        Informasi penting lainnya adalah Expiration date, yaitu tanggal berakhirnya sebuah kartu kredit. Terdapat beberapa informasi tambahan lainnya, seperti nama pemilik kartu, bank penerbit kartu, serta bulan dan tahun terbit. Seiring dengan meningkatnya sistem keamanan online maka kartu kredit juga dibekali kode atau angka rahasia, yang biasanya dimasukkan saat transaksi. Secara fisik, angka itu terdapat pada bagian belakang kartu kredit.






  MENGENAL KODE RAHASIA


       Tiga digit angka yang terdapat di belakang kartu kredit adalah nomor otorisasi manual untuk kartu kredit supaya bisa melakukan transaksi. Tiga digit angka tersebut dikenal dengan istilah CVV (Cardholder Verification Value), ada juga yang menyebutnya CSC (Card Security Code), pada beberapa kasus ada pula yang menyebut CVV dengan CVN (Card Verification Number). Istilah CVV lebih sering digunakan ketimbang CSC maupun CVN.

       CVV ini, terutama sering digunakan untuk transaksi yang tidak menggunakan kartu kredit secara fisik, seperti berbelanja lewat internet. Dengan adanya CVV ini berguna untuk mencegah orang yang tidak berhak dalam melakukan transaksi yang menggunakan kartu kredit.
Istilah untuk kode rahasia tersebut akan berbeda-beda untuk setiap jenis kartu. Untuk jenis kartu Visa dan Diners Club menyebutnya CVV2, MasterCard menyebutnya CVC2. Khusus untuk Amex atau American Express menyebutnya CID (Card Identification Number). Pada Amex, CVV-nya adalah 4 digit, yang terdapat pada bagian depan kartu kredit.

        Sedangkan untuk proses transaksi langsung pada toko-toko konvensional, kode tersebut bisa dilihat langsung oleh kasir. Kadang-kadang mereka juga melihat tanda tangan. Sebab kartu kredit tidak akan berlaku jika tidak ditandatangani pada bagian belakangnya. Karena tanda tangan itu adalah sebagai otorisasinya. Jadi, boleh dibilang CVV berguna sebagai pengganti tanda tangan.



          
ALGORITMA CEK DIGIT LUHN



         Saya tidak akan berpanjang lebar pada bagian ini. Saya memasukkan hal ini hanya sebagai tambahan yang perlu diketahui. Setiap kali melakukan transaksi menggunakan kartu kredit ada suatu proses yang disebut sebagai authentication yaitu sebuah proses untuk memastikan bahwa nomor kartu kredit yang dimasukkan adalah benar.

         Proses transaksi dimulai dimana pihak merchant menggesekkan kartu kredit dan dihubungkan ke server bank untuk diperiksa. Untuk menghindari adanya kesalahan maka kartu kredit dirancang sehingga memungkinkan dilakukannya pengecekan awal, sebelum sebuah kartu diperiksa. Pengecekan ini adalah pengecekan digit atau disebut juga algoritma cek digit.
Algoritma cek digit pada kartu kredit disebut sebagai cek digit Luhn.

         Algoritma cek digit ini sudah banyak digunakan oleh bank-bank besar yang mengeluarkan kartu kredit. Pada dasarnya, metode yang digunakan cukup sederhana. Misalnya, kartu kredit yang terdapat 16 digit angka. Proses pengecekannya adalah:
1. Digit yang berada di posisi ganjil (dihitung mulai dari digit paling kiri) yang berarti digit pertama. Nilainya dikalikan dengan dua; jika hasilnya lebih besar dari 9 maka kurangi hasilnya dengan 9, kemudian jumlahkan semua angka yang diperoleh.

2. Jumlahkan semua digit yang berada di posisi genap.

3. Jumlahkan hasil prosedur nomor 1 dengan nomor 2 di atas. Apabila hasilnya habis dibagi 10, berarti nomor kartu tersebut sah.

        Sedangkan apabila kartu kreditnya terdapat digit ganjil (misalnya 13 atau 15), caranya sama saja. Perbedaannya hanya pada langkah nomor 1 yang dikalikan adalah digit pada posisi genap, dan pada langkah nomor 2 yang dijumlahkan adalah digit posisi ganjil.
Sebagai contoh:
         Kartu kredit dengan nomor 9876-5432-1012-3456. Saya ingin mengetahui apakah nomor kartu kredit tersebut sah atau tidak.
Diketahui: ada 16 digit (genap).
1. Kalikan semua angka pada digit ganjil dengan dua lalu kurangi hasilnya dengan 9 (jika hasilnya lebih dari 9), kemudian jumlahkan.
Digit ke-1: 9 9x2 = 18 (lebih dari 9) 18-9 = 9
Digit ke-3: 7 7x2 = 14 (lebih dari 9) 14-9 = 5
Digit ke-5: 5 5x2 = 10 (lebih dari 9) 10-9 = 1
Digit ke-7: 3 3x2 = 6 ; 6 (tetap; kurang dari 9)
Digit ke-9: 1 1x2 = 2 ; 2 (tetap; kurang dari 9)
Digit ke-11: 1 1x2 = 2 ; 2 (tetap; kurang dari 9)
Digit ke-13: 3 3x2 = 6 ; 6 (tetap; kurang dari 9)
Digit ke-15: 5 5x2 = 10 (lebih dari 9) 10-9 = 1
Jumlahkan: 9 5 1 6 2 2 6 1 = 32

2. Jumlahkan digit yang ada di posisi genap.
Digit ke-2: 8
Digit ke-4: 6
Digit ke-6: 4
Digit ke-8: 2
Digit ke-10: 0
Digit ke-12: 2
Digit ke-14: 4
Digit ke-16: 6
Jumlah : 32

3. Tambahkan dengan hasil nomor 1 ditambah nomor 2.
32 32 = 64
Karena 64 tidak habis dibagi 10 maka nomor tersebut tidak sah sebagai nomor kartu kredit.
Nah, dari teknik seperti inilah banyak diterapkan untuk membuat program pembuat dan pengecek kartu kredit. Tapi, banyak hasil nomor kartu kredit dari program tersebut tidak bisa digunakan begitu saja. Karena pemeriksaan yang jauh lebih ketat. Misalnya, perlunya nama pemilik dan tanggal berakhir (expiration date).
Secara umum, jika dikelompokkan maka diketahui prefix kartu kredita adalah:
4xxx VISA
5xxx MASTERCARD
6xxx DISCOVER
37xx AMERICAN EXPRESS

       Prefix adalah digit awal pada kartu kredit. Sebagai bekal bagi Anda, berikut saya tampilkan tabel prefix beberapa kartu kredit. Sebelumnya saya jelaskan dulu. Sebelum saya suguhkan tabel, sebaiknya Anda baca sedikit informasi tambahan, untuk memperjelas tabelnya.
- Sejak 8 November 2004, Mastercard membeli BIN Range milik Diner's Club untuk kawasan Amerika. BIN Range Diner's Club Internasional dimulai dengan 38, sedangkan BIN Range 36 menjadi milik MasterCard.
- Sejak 1 Oktober 2005, Discover Bank menyertakan BIN yang baru yaitu 650000-650999

Tabel Prefix Beberapa Kartu Kredit.
PREFIX PANJANG NOMOR JENIS KARTU
1800 15 JCB
2131 15 JCB
300 14 Diner's Club
301 14 Diner's Club
302 14 Diner's Club
303 14 Diner's Club
304 14 Diner's Club
305 14 Diner's Club
34 15 American Express
36 14/16 MasterCard
37 15 American Express
38 14 Diner's Club
3 16 JCB
4 13/16 Visa
51 14/16 MasterCard
52 14/16 MasterCard
53 14/16 MasterCard
54 14/16 MasterCard
55 14/16 MasterCard
56 14/16 Bank Card
6011 16 Discover Card
6500-6509** 16 Discover Card
6013 16 Discover Card
560 16 Bank Card
561 16 Bank Card

       BIN (Bank Identification Number) merupakan 6 digit awal nomor kartu kredit. Boleh dibilang untuk menunjukkan institusi yang mengeluarkan kartu tersebut pada konsumen atau card holder.
Dari apa yang telah saya jelaskan mengenai prefix dan algoritma Luhn, saya akan memaparkan sedikit mengenai algoritma spesifik pada kartu American Express.
- 4 digit pertama, menunjukkan: kode negara, kode mata uang, dan jenis kartu (Charge atau Credit Card).
- 2 digit berikutnya, menunjukkan: tipe kartu apakah Gold atau Platinum.
- 1 digit berikutnya merupakan Billing Cycle.
- 4 digit berikutnya lagi merupakan nomor account.
- 4 digit berikutnya (setelah sebelum-sebelumnya) menunjukkan nomor terbitan kartu (card issue) yang mulai dari angka 1, dan akan terus naik, apabila terjadi pergantian kartu baik karena hilang atau dicuri.
- 2 digit berikutnya lagi, card issue, di bawah account. Contohnya, jika ada pemegang kartu tambahan, diawali dengan 00 dan akan terus naik.
- Digit terakhir merupakan cek digit Luhn (digunakan untuk verifikasi).


http://businekatcorp.at.ua



Attachments: Image 1
Category: HACKER | Views: 444 | Added by: Pendekar | Tags: | Rating: /
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Shopping Cart
Your shopping cart is empty

Search

Calendar
«  January 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031

Entries archive

Site friends
  • Create a free website

  • Copyright Busi Nekat,corp © 2018