Monday, 18-February-2019, 10:02:40
Welcome Guest
Main | Registration | Login
Site menu

Section categories
HACKER [10]
Disini kita membahas tentang Hacking pada Kartu Kredit, yang disadur dari Jawa Pos.

Tag Board
500

Our poll
Rate my site
Total of answers: 4

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Login form

Main » 2011 » January » 30 » HACKING TUTORIAL - 3
10:42:18
HACKING TUTORIAL - 3

CREDIT CARD GENERATOR

       Berhubung saya sempat menyinggung persoalan generator nomor kartu kredit, maka saya akan menjelaskan beberapa hal. Program generator nomor kartu kredit tersebut lebih dikenal dengan sebutan CC thred. Supaya lebih enak, saya lebih menyukai menyebutnya CC Generator. Terkadang dalam kegiatan carding, para pelakunya tidak hanya melakukan pencarian melalui internet, bisa saja dengan memanfaatkan CC Generator untuk mendapatkan nomor yang baru.

        Ada banyak program CC Generator yang beredar. Hal ini bisa terjadi karena konsep kerja CC Generator tersebut adalah menghasilkan nomor-nomor fiktif. Dimana nomor yang dihasilkan bukanlah sederetan nomor sembarangan. Melainkan, hasil perhitungan berdasarkan algoritma.
Terkadang nomor yang dihasilkan oleh CC Generator tersebut gagal digunakan saat transaksi. Hal ini bisa terjadi, sebab saat ini kebanyakan merchant baik juga toko online, tidak hanya melakukan pengecekan berdasarkan algoritma nomor kartu kredit saja. Ada banyak hal lainnya, seperti tanggal berakhir, nama pemilik, nomor CVV dan sebagainya.

        Selain itu kemungkinan pula CC Generator tersebut akan menghasilkan nomor yang sudah tidak aktif lagi. Katakanlah sudah pernah keluar dulunya dan sekarang nomor tersebut sudah mati.
Sebenarnya, saya tidak begitu suka membahas tentang CC Generator ini. Lagi pula saya lebih suka aktivitas tanpa tools. Jadi, Anda pun bisa mencoba menggunakan generator kartu kredit hanya bermodalkan sebuah browser.

Caranya adalah dengan masuk ke situs berikut:

http://www.elfqrin.com/hacklab/pages/discard.php

         Pada tampilan paling atas pada situs tersebut, Anda bisa melakukan validitas mengenai sebuah nomor kartu kredit.
Untuk men-generate sebuah nomor kartu kredit, pertama-tama, tentukan jenis kartu kredit yang akan digenerate tersebut. Kemudian masukkanlah nomor kartu kredit yang valid. Validitas sebuah kartu kredit bisa Anda coba seperti di atas.
Misalnya, nomor yang valid tersebut adalah:
1234567890124567
Gantilah salah satu angka menjadi huruf x.
Misalnya, 1234 5678 9012 45xx, atau 1234 xxxx xxxx xxxx. Banyaknya huruf x terserah kepada Anda. Hal ini bertujuan supaya program tersebut mengubah huruf x tersebut menjadi angka yang sesuai. Begitu gampang bukan.

 

  MENGAKALI CVV

         Pada bagian sebelumnya, Anda sudah bermain-main dengan angka-angka atau nomor kartu kredit itu sendiri. Sekarang saatnya mempermainkan angka-angka atau nomor CVV. Berikut ini akan saya jelaskan mengenai bagaimana cara yang digunakan oleh para carder untuk mengetahui CVV dari sebuah nomor kartu kredit. Hal ini sangat penting sekali, sebab peranan CVV sangatlah besar berhubungan dengan kartu kredit. Sebelum itu, saya ingin menunjukkan sebuah tools yang bernama Crack CVV2. Tools ini dibuat oleh J4mbi H4ck3r.

     Misalnya saja nomor yang diisikan pada software tool crack CVV2 adalah 5444605876165920. Nomor tersebut hanyalah contoh. Dengan menekan tombol Generated maka akan muncul nilai CVV2 yang dicari. Nilai CVV2nya adalah 865.
Sudah saya katakan, kebanyakan dari tools sejenis memberikan nomor CVV yang tidak akurat. Setelah saya bandingkan hasil generate dari tool crack CVV2 tersebut dengan CVV yang asli dari kartu kredit yang saya contohkan tadi, ternyata nomor CVVnya berbeda. Walau demikian, nomor-nomor tersebut yang "tidak tepat", tetapi ternyata masih bisa diterima sebagai validasi. Hal ini saya coba dengan melakukan validitas sebuah kartu kredit yang caranya telah saya jelaskan di bagian awal tadi.

      Untuk menunjukkan ketidakvalidan, nomor CVV tersebut, sekarang saya mencoba untuk mengganti dua digit terakhir dari nomor di atas menjadi 5444605876165925. Nomor CVV2 yang dihasilkan tetaplah sama 865. Berhubung walau salah seperti itu, tetapi masih tetap dapat diterima oleh situs di internet. Saya akan menunjukkan cara kerjanya.
Alasan saya mengapa saya memilih tools tersebut sebagai contoh. Hal ini karena metode atau cara kerja yang akan saya jelaskan adalah sama. Hanya saja di sini saya menggunakannya berdasarkan rumus, bukan sebuah program.

       Cara kerja yang pertama, bagaimana cara mengetahui bahwa jenis kartu tersebut adalah MasterCard (MasterC pada gambar).
"Ya, iyalah. Bisa ditebak."
Kan sebelumnya, Anda sudah mengetahui mengenai prefix. Nomor yang diawali dengan angka 5 adalah MasterCard. Dan nomor yang diawali dengan angka 4 adalah Visa. Gampang bukan.
Sekarang cara untuk mengetahui nomor CVV2. Rumusnya adalah:
Digit ke-8 Digit ke-12 (Digit ke-3 1)
Dari nomor 5444605876165920
Digit ke-8 adalah 8
Digit ke-12 adalah 6
Digit ke-3 adalah 4 1 = 5
Maka CVV2-nya adalah 865

       Dari rumus tersebut terjawab sudah; mengapa pada saat dua digit terakhir diganti nomor CVV2 tidak berubah. Hal ini karena dalam rumus hanya menghitung digit ke-8, ke-12, dan digit ke-13. Sedangkan digit ke-15 dan digit ke-16 tidak tersentuh.
Dibandingkan dengan tools di atas yang hanya menggunakan satu rumus saja. Sebagai tambahan, apabila menggunakan rumus di atas, CVV-nya ditolak. Anda masih dapat mencoba menggunakan rumus berikut: Digit ke-7 Digit ke-13 (Digit ke-3 1).

        Cara perhitungannya tetaplah sama. Siapa tahu berhasil.
Ingat, metode tersebut hanyalah sebuah metode. Jujur saja, saya sendiri tidak tahu rumus maupun algoritma yang benar-benar digunakan oleh lembaga finansial. Namun, setidaknya metode di atas adalah salah satu metode yang digunakan oleh para carder.

        Buktinya, walaupun tidak sesuai dengan nomor CVV yang asli (saya coba menggunakan kartu kredit yang asli). Saat melakukan validitas di internet tetap dapat diterima. Walaupun rumus tersebut tidak tepat 100% masih banyak saja toko online di internet yang mau menerima. Jadi, walaupun "salah-salah" begitu, masih bisa digunakan.
Sekali lagi ingat, kedua rumus tersebut tidak menjami kevalidan CVV sebuah kartu kredit. Walau demikian, masih tetap layak untuk dicoba. Iseng-iseng berhadiah.


KONVENSIONAL CARDING

       Saya akan memulai dengan teknik paling gampang yang dilakukan seorang carder. Konvensional carding...Apalagi ini?
        Konvensional carding adalah teknik melakukan carding tanpa menggunakan komputer apalagi koneksi internet dan tools. Hanya bermodalkan mengais tong sampah, seseorang bisa menjadi carder yang berbahaya. Seseorang bisa menjadi carder tanpa harus memahami dunia internet sedikit pun. Ah,masa sih? Enak banget, tidak perlu modal...
Iya bener. Terkadang banyak kertas-kertas yang berserakan bisa menjadi lahan bagi para carder. Supaya lebih jelas, Anda ikuti saja penjelasannya.


         Hampir sama dengan Social Engineering, konvensional carding adalah dengan memanfaatkan kelalaian manusia. Serta kejorokan seorang carder yang suka mengais-ngais tong sampah.
Iya sebenarnya, hanyalah trik saya untuk menakut-nakuti saja, supaya tidak banyak yang menjalankan konvensional carding, karena hal ini sangat mudah dilakukan oleh siapapun.

Anda bisa saja mendapatkan informasi kartu kredit tidak hanya dari tong sampah. Bahkan struk belanja dari supermarket pun yang biasa dibuang sembarangan bisa juga bermanfaat untuk melancarkan teknik konvensional carding ini.


         Dari struk belanja di supermarket (yang menggunakan pembayaran kartu kredit), Anda bisa mengetahui 3 hal berikut:
1. Jenis kartu (misalnya: VISA)

2. Nama pemilik kartu kredit tersebut.

3. Reference menunjukkan nomor kartu kredit.


          Apakah Anda mengira informasi itu hanya bersumber dari struk belanja saja? Anda salah. Pada saat seseorang berbelanja menggunakan kartu kredit maka pemilik kartu tersebut akan menerima sebuah struk bank (yang pertama dari toko), bukti pembelanjaan menggunakan kartu kredit. Lihat, ada beberapa bukti pembelanjaan yang menggunakan kartu kredit. Di sana akan selalu tertera jenis kartu apakah Visa, Amex (American Express), dan sebagainya. Juga terdapat tanggal transaksi, nama pemilik kartu, beserta nomor kartu kreditnya. Pada beberapa kasus ada yang ditandatangani.

        Wahai para pemilik kartu kredit, sadarkah Anda dengan kebiasaan Anda yang membuang sembarangan bukti pembelanjaan dengan kartu kredit suatu saat bisa merugikan Anda sendiri, maka waspadalah!

         Berhubungan dengan bukti pembelanjaan, bagi para carder yang suka mengais tong sampah, harap sedikit teliti. Sebab ada juga struk belanja yang merupakan kartu debit (misalnya struk pembelanjaan dengan kartu debit BCA), dan bukannya kartu kredit. Hal ini bisa diketahui dengan melihat jenis kartunya. Supaya lebih jelas, ciri struk belanja yang menggunakan kartu debit, selalu mencantumkan tulisan DEBIT diiringi dengan nomor tipe kartu dalam tulisan yang besar-besar pada bukti struk belanja, sementara pada struk belanja yang menggunakan kartu kredit selalu tertulis di pojok kiri atas tulisan VISA (atau jenis kartu kredit lainnya seperti, AMEX, dsb) yang diikuti dengan nomor tipe kartu.

         Apakah untuk melakukan konvensional carding, hanya bersumber dari struk belanja saja, pada dasarnya masih banyak sumber lainnya yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang. Misalnya, di sini apabila seseorang yang baru saja menerima aplikasi kartu kredit, pada surat pengantarnya akan selalu ditampilkan nomor kartu kreditnya.
Ternyata, sejauh ini konvensional carding lebih mudah dan tidak perlu bermodal apa-apa. Apalagi tidak harus mempelajari bahasa pemrograman, atau memahami sistem keamanan komputer atau internet. Mudah bukan?


          Biasanya, setiap bulan, para pemilik kartu kredit akan menerima billing tagihan. Di sana juga selalu ditampilkan data kartu kredit tersebut. Biasanya, setelah menerima billing tagihan, maka pemilik kartu kredit akan melakukan pembayaran. Salah satu sarana pembayaran adalah melalui ATM. Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang adalah membuang billing tagihan dan juga struk pembayaran setelah melakukan pembayaran tersebut. Sungguh suatu tindakan ceroboh yang membahayakan diri Anda sendiri.

SEKEDAR TIPS

       Wahai pengguna kartu kredit, janganlah Anda membuang sembarangan kertas apapun yang tertera pada nomor kartu kredit Anda, seperti struk belanja dan sebagainya. Sebisa mungkin, potonglah sekecil mungkin sebelum Anda membuangnya. Anda bisa menggunakan tangan, gunting dan sebagainya. Khusus untuk korporasi, saya menyarankan untuk menggunakan Paper Shredder. Alat tersebut berguna untuk memotong kertas-kertas yang Anda miliki, baru dibuang. Atau lebih baik lagi, bila kertas-kertas tersebut dibakar hingga menjadi abu, sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi.

Attachments: Image 1
Category: HACKER | Views: 1322 | Added by: Pendekar | Tags: | Rating: /
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Registration | Login ]
Shopping Cart
Your shopping cart is empty

Search

Calendar
«  January 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031

Entries archive

Site friends
  • Create a free website

  • Copyright Busi Nekat,corp © 2019